Home » kreasi » Masihkah Kau ingat Ikrar Itu?

Masihkah Kau ingat Ikrar Itu?

puisiMasih ingatkah kau dulu, Sayang?
Berpuluh tahun lalu
Ketika kita dalam satu kelas
Dengan seragam lusuh merah putih
Yang kau aku kanak-kanak ceria

Masih ingatkah kau dulu, Sayang?
Kau yang berdasi bukan untuk pelengkap baju
Tapi sebagai pengelap umbel yang meler dari hidungmu
Sedang aku, lelaki kecil
Tanpa dasi, tanpa topi, tanpa sepatu

Di kelas gedung sekolah bercat dinding lumeran batu kapur
Beratap seng bekas, berlantai ubin dengan langit-langit anyaman bambu
Kita sering saling pinjam buku, diam-diam saling balas puisi lugu
Masih ingatkah kau dulu, Sayang?
Sewaktu berebut maju menghafal sesuatu?

Masih ingatkah kau dulu, Sayang?
Ikrar itu:
Pancasila
Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa
Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab
Tiga, Persatuan Indonesia
Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kini, tahukah kau, Sayang?
Ikrar kebanggaan kita itu sekarang
Diubah-ubah entah oleh siapa
Di manakah, kau, kini, Sayang?
Aku ingin mengajakmu menyemprotkan ingusmu kepada penghina itu

Tahukah, kau?
Ikrar itu kini diubah-ubah, Sayang:
Pancasial
Satu, Keuangan yang maha kuasa
Dua, Kebinatangan yang tak adil dan biadab
Tiga, Permusuhan antargolongan dan mafia politik Indonesia
Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh bangsat penghianat dalam persekongkolan dan kemunafikan
Lima, Keadilan sosial yang tidak menyeluruh bagi rakyat Indonesia

Aku sedih wahai gadis kecil beringus kehijauan
Berbaju merah putih bersih rapi
Bertopi, bersepatu, berkaos kaki, berdasi berlambang tutwuri handayani
Di manakah kau kini, Sayang? Aku rindu padamu.
Masihkah kau ingat ikrar kebanggaan kita dulu? (Sirius)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *