28 March 2013

SMA NEGRI 66 “SMA Inklusi Mengukir Prestasi”


sma-negeri-66

Sejarah SMA 66
SMA 66 yang terletak di kawasan Jakarta Selatan tepatnya di Jl. Bango III Cilandak, merupakan salah satu SMA Inklusi yang berada di daerah Selatan Jakarta.

SMA Inklusi adalah tempat pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa berkebutuhan khusus, kekhususan dalam hal ini yaitu sebagian besar siswanya merupakan penderita tunanetra total dan low vision (penderita buta sebagian). Siswa ini bergabung dengan siswa normal lainnya dengan sistem belajar yang sama.

SMA Negeri 66 yang dahulunya adalah filial SMA Negri 34 Pondok Labu saat ini telah berdiri sendiri sejak tahun 1981. Menurut bapak Suparno selaku Humas SMA Negri 66, bahwa SMA Negri didaerah Cilandak ini menjadi SMA inklusi adalah ketika tahun ajaran 1999 – 2000 tanpa disadari ada anak berkebutuhan khusus penyandang ketunaan mendaftar ke SMA Negri 66 dan anak-anak tersebut mendapatkan kelulusan yang luar biasa, mengalahkan anak normal lainnya, kemudian sejak saat itu dan seterusnya SMA Negri 66 ditunjuk oleh Dinas Kanwil sebagai SMA inklusi.

Sehingga saat itu SMA Negri 66 menjadi langganan anak-anak penyandang ketunaan, tetapi merka masuk bukan karena faktor kasihan tapi memang melalui jalur resmi yaitu PSB Online, jadi mereka memang sudah berbekal akademik skill dari SMP Reguler bukan dari SMP Luar Biasa maupun SLB karena muatan akademiknya sesuai sehingga mereka bisa bersaing dengan siswa normal lainnya, bahkan mereka berhasil mendapatkan rangking dengan kelulusan yang baik, begitu juga dengan ujian masuk nasional mereka berhasil lolos seleksi normal, melalui tes SPMB, SMPTN atau Sipenmaru dulunya, kalau sekarang perguruan tinggi sudah membuka ujian tersendiri untuk merangkul murid-murid SMA seperti SIMAK UI, SMUK UNPAD misalnya. Menurut Pak Suparno, SMA Negri 66 dari tahun 1999 hingga sekarang telah meluluskan 18 orang anak penyandang ketunaan.

Dan salah satu siswa penyandung ketunaan alumni SMA Negri 66 yang berprestasi adalah Dimas Prasetyo Muharram, saat ini dirinya masuk Fakultas Bahasa Inggris UI tingkat 3, selain itu prestasi lainya ketika masih di SMA, tanpa diketahui pihak sekolah Dimas mendapat penghargaan dari Direktur Telkom atas prestasinya memenangkan perlombaan memrograman dengan siswa norma lainnya, program yang dibuat adalah program Joos.

Bisa dibilang SMA Negri 66 adalah SMA yang unik dengan telah siapnya SDM nya menangani siswa tuna netra, tuna rungu. Dengan tingkat sosial ekonomi yang berbeda-beda, cara pengajaran yang berbeda-beda, dengan soal ujian yang sama dengan sekolah-lain tapi berhasil menelurkan kelulusan, hal tersebut sangatlah membanggakan guru-guru dan pengurus SMA Negri 66.

Seperti Aji dan Septi dari kelas XII IPA siswa normal yang salut dengan temanya yang kurang beruntung dari segi pancainderanya, namun walaupun mempunyai kekurangan temannya tersebut mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, apabila prestasi yang dicapai mengalahkan mereka yang normal.

Sebenarnya SMA Inklusi disebar disetiap wilayah Jakarta namun hanya satu sekolah saja disetiap wilayahnya, untuk wilayah Jakarta Selatan adalah SMA Negri 66.

Fasilitas SMA 66
Pihak SMA Negri 66 berani mengklaim mengenai fasilitas SMA 66 Negri yang menurutnya lengkap. Sekolah terdiri dua lantai, lantai satu hanya digunakan untuk keperluan perkantoran , adminsitrasi, ruang guru, perpustakaan, dan lain-lain. Untuk belajarnya difokuskan dilantai dua, setiap kelas pengajarannya sudah menggunakan audiovisual berbasis ICT dan seluruh ruangan menggunakan Air Conditioner.

Laboratorium komputer lengkap dengan menggunakan jaringan, satu CPU digunakan untuk empat monitor, begitu juga tersedia internet dengan menggunakan hotspot area. Begitu juga seluruh ruangan dipasang audio untuk memberikan pengumuman atau info-info lainnya.

Prestasi SMA 66
Untuk prestasi yang paling menonjol di SMA 66 adalah dari segi non akademiknya, SMA yang sejuk lingkungannya ini terdapat 14 ekskul dan yang sangat menonjol adalah ekskul Paskibra, ekskul ini telah menembus Tingkat Propinsi dan sudah menjadi langganan juara.

Untuk ekskul kepanduan /pramuka, baru-baru ini SMA 66 mengikuti kegiatan Gudep (Gusus Depan) Terbaik Putra dan Putri DKI, dan setiap tahunnya temasuk yang terbaik. Setiap tahun selalu mengikuti jambore online yang pesertanya dari seluruh dunia dan para peserta tersebut saling berkomunikasi.

Baik pramuka dan paskibra ada dukungan dari alumni hal ini terwujud atas keterikatan moral para alumni yang begitu tinggi, begitu juga dengan Paduan Suara nya yang pernah mengikuti kejuaraan Dirjen DKI dan menyabet kejuaraan, paling tidak untuk paduan suaranya SMA Negri 66 masih diperhitungkan. Untuk ekskul Futsal mengapatkan kejuaraan tingkat propinsi, sedangkan Basket masih fluktuatif. Untuk ekskul beladiri Tae Kwon Do diajarkan oleh atlit nasional yang sebentar lagi akan mengikuti kejuaraan di Sumatra, sedangkan untuk KIR saat ini baru mempersiapkan anak-anak tiga tahun ini, untuk mengembangkan agrobisnis yang siswa ini nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan.

Ekskul PMR (Palang Merah Remaja) bekerja sama dengan UKS nya ada ruang jaga dan dokter, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Selainitu ada ekslul dram/teater, dan dance.

Sebagai Humas SMA Negri 66 sekaligus guru matematika, Pak Suparno bangga akan anak-anak muridnya apapun kondisi mereka, begitu juga dengan Aji dan Septi siswa dan siswi kelas XII IPA 2 bangga menjadi salah satu murid SMA Negri 66.

Sebelum mengakhiri perbincangan pak Suparno berfilosofi prinsip hidup jangan dijadikan kekurangan yang terdapat pada orang lain tapi jadikan pahala bagikita, jadikan kelebihan pada orang lain pahala buat kita.

Dan Kalau ingin berhasil maka ciptakanlah persatuan, syarat persatuan adalah mau menerima segala perbedaan dan jangan pernah menonjolkan kelebihan. Great….!! Sukses ya buat SMA Negri 66, dengan sebutan SMA Inklusi tetap menjadi SMA favorit. (JY/Foto : Jaka)

  • Ike

    Maaf ni,saya siswi dr SMPN 96,pengen bgt msk 66.Bsa lewat jalur prestasi ga?Klo bsa kapan?

Terbaru

Populer